Cari Blog Ini

Jumat, 23 April 2010

Tips Persiapan Agar Bercinta Semakin Hot

Banyak sekali faktor kepuasan seks yang mengakibatkan kenikmatan yang sangat hebat. Ternyata keberhasilan acara bercinta alias hubungan suami istri tak hanya bergantung dari suasana hati antara suami istri saja, namun juga ada beberapa persiapan yang dipercaya dapat menambah rasa pede alias kepercayaan diri kaum wanita. Persiapan yang dimaksud tentu saja termasuk perawatan pribadi. Berikut ini ada 7 tips Tips Persiapan agar acara bercinta anda semakin hot dan nikmat

1. Membasuh tubuh dengan mandi dibawah kucuran air, tentunya akan membuat tubuh jauh lebih segar, setelah seharian beraktivitas di luar rumah. Apalagi jika Anda dan pasangan akan berhadapan dalam ‘pertarungan sengit’ di atas ranjang, pastinya Anda tidak mau bukan jika pasangan mendapati tubuh Anda terasa lengket dan bau asam, hanya karena malas mandi.

2. Jangan lupa untuk membasuh organ intim Anda dengan kucuran air dan sabun antiseptik khusus untuk daerah intim wanita. Dengan begitu, Anda akan merasa pede (percaya diri) saat Miss Cheerful mendapat servis oral dari pasangan.

3. Menyikat gigi sebelum sebelum tidur, memang sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan gigi. Bonusnya, mulut akan terasa lebih segar dan harum, terutama saat pasangan mencium bibir Anda.

4. Pastinya Anda menginginkan tubuh Anda tetap wangi semalaman pada saat dirinya mencium tubuh Anda, bukan? Kalau begitu jangan lupa untuk menyemprotkan parfum beraroma lembut, untuk meningkatkan gairahnya menelusuri tiap jengkal tubuh Anda.

5. Memakai pakaian seksi di depan pasangan Anda, tentu bisa mendongrak gairah seksualnya. Pasti ia sudah tidak sabar untuk melucuti pakaian Anda satu per satu dan segera memasang kuda-kuda untuk ‘menjatuhkan’ Anda.

6. Pastikan pintu kamar Anda sudah terkunci sebelum Anda dan pasangan melewati momen bercinta di atas ranjang. Jangan sampai kejadian, dimana si kecil tiba-tiba masuk ke kamar Anda tanpa mengetuk pintu dahulu dan menyaksikan adegan yang belum pantas dilihat.

7. Sebaiknya matikan ponsel Anda saat ‘pertempuran’ Anda dan pasangan tengah berlangsung. Tentu Anda tidak mau bukan, terganggu dengan sms atau telepon yang berdering tepat di detik-detik Anda atau pasangan akan mencapai orgasme?

Vagina Sakit Nyeri Saat Hubungan Seks ?

Sakit nyeri itu timbul pada saat pasangan melakukan penetrasi ke dalam vagina Anda. Rasa itu terkadang teramat sakit pada vagina anda, sehingga hubungan seks yang seharusnya bisa Anda nikmati, justru mengganggu. Alih-alih tersenyum puas pun hati menggembung isyarat bahagia, justru ketakutan untuk kembali bercinta dengan pasangan menyelimuti pikiran.

Beberapa perempuan pernah mengalami ketidaknyamanan atau rasa sakit nyeri ini saat melakukan hubungan intim. Rasa sakit ketika berhubungan intim pada wanita dalam istilah kedokteran dikenal dengan dispareunia. Rasa sakit / nyeri ini bisa di bagian luar dari vagina, di bagian dalam vagina, atau bisa pula jauh di dalam daerah perut ataupun panggul. Rasa sakit ini timbul bisa saja pada saat berhubungan, saat di pertengahan, ketika orgasme, ataupun ketika selesai berhubungan.

Penyebab dari dispareunia bisa disebabkan banyak faktor, misalkan secara fisik. Dispereunia yang disebabkan oleh faktor fisik kecenderungannya akibat infeksi dari penyakit kelamin, seperti herpes ataupun penyakit lain yang menyerang vagina, leher rahim, ataupun tuba falopi.

Hal lainnya kemungkinan terjadi jika anda sedang menjalani pengobatan atau peradiasian untuk menyembuhkan suatu penyakit, bisa juga mengakibatkan nyeri pada waktu berhubungan badan. Setelah beberapa waktu anda melahirkan karena dilakukan penyayatan pada mulut bibir kemaluan untuk mempermudah kehaliran, bisa menyebabkan dispareunia.

Nyeri atau sakit bersenggama ( saat penetrasi ) bisa juga karena anda menderita endometriosis. Yaitu adanya suatu jaringan endometrium di luar rahim, misalnya disaluran telur, indung telur, diantara dinding belakang rahim dan anus. Kerena robeknya selaput dara atau selaput dara tipis, bisa juga mengakibatkan nyeri saat berhubungan.

Selain itu, jika terjadi luka disaluran kencing. Lalu karena reaksi alergi pada diaprama, kondom, ataupun tidak terlalu bagus pelumas pada kondom dan juga bisa dikarenakan faktor menopause. Penurunan kadar esktrogen yang mempengaruhi jumlah cairan di vagina.

Sementara faktor lainnya ialah Psikis. Faktor ini lebih banyak disebabkan oleh trauma yang dialami sehingga membekas dalam ingatan, seperti misalnya kasus pemerkosaan. Selain itu juga karena adanya rasa takut hamil, karena memang belum mengharapkan anak dalam keluarga. Faktor pemanasan (foreplay) yang kurang lama dan maksimal juga dapat menyebabkan despareunia. Pemilihan posisi pada waktu bercinta juga banyak pengaruhnya.