Cari Blog Ini

Kamis, 03 Maret 2011

PENGASIHAN WANITA


Wanita ibarat makhluk yang menyimpan misteri. Karena itu, beribu cara pun dipergunakan untuk menjeratnya. Bagaimana rahasia menggairahkan asmara wanita yang dingin dengan cara-cara magis? Yang berikut mungkin bisa dijadikan alternatif...
Cinta, masalah klasik yang tetap enak untuk dibicarakan. Karena kesakralannya, banyak orang yang mensucikan cinta dalam sanubarinya. Padahal, dalam kamus asmara, tak ada yang namanya cinta suci. Cina yang ada, adalah perasaan yang membutuhkan pamrih. Dari sekedar curahan perasaan, hingga bermuara pada urusan seksual.
Karena cinta adalah pamrih, tak heran banyak orang yang memaksakan diri untuk mendapatkan cinta dari orang yang didambakannya. Bila cara-cara wajar tak menyelesaikan persoalan, maka cara alternatif pun pasti ditempuh. Pelet dan pengasihan menjadi pilihan.
Pada umumnya, ilmu pengasihan (pelet) menggunakan sarana lelaku untuk bisa menggaet lawan jenisnya yang ingin dijadikan teman hidup. Tetapi ada ilmu pengasihan yang lain daripada yang lainnya. Ilmu pengasihan yang satu ini samasekali tanpa harus menjalani suatu persyaratan yang berat-berat, seperti: puasa, mutih, patigeni dan lain-lain. Ilmu pengasihan ini bernama Aji Pengasihan Asmara Wanita. Pengasihan ini sudah sangat langka keberadaannya.
Aji Pengasihan Asmara Wanita ini biasa digunakan untuk membangun rasa asmara bagi pria terhadap wanita. Artinya, pengasihan ini lebih dominan digunakan oleh pria untuk menggugah gairah asmara si wanita terhadap dirinya. Misalkan, jika pria menghadapi seorang wanita yang bertemperamen dingin, maka mantera pengasihan ini bisa digunakan untuk menaikan tensinya. Ya, boleh jadi, si wanita bisa menjadi garang seperti seekor kuda binal. Inilah manteranya yang harus dibaca:
Bismillahirrohmanirrohiim
Hong, hyang Kamajaya dewaning asmara,
Sun tarik nyang panon, tumbia pramono,
Sun panjingaké telengé rasa mulya,
Sir dzat katon, sumrepet panoné si..........
Kagugah asmarané karana rasaku, tunggal
Karo rasamu
Rasa mulya sejati, rasa Muhammad,
Yahu Allah, yahu Allah, yahu Allah.
Cara Menggunakannya:
Terlebih dahulu bacalah manteranya dalam hati. Setelah itu barulah konsentrasikan sewaktu Anda perlu. Maksudnya, jika Anda menghendaki si wanita berubah sayang dan bergairah dengan Anda. Yang penting buatlah sugesti terpola Anda pada 'Pramono' lalu tarik ke 'cipta', tarik ke mata, kemudian lepaskan penglihatan Anda pada anggota tubuh wanita yang pada hari dan tanggal tersebut kebetulan ketempatan rasa. Gunanya, wanita tersebut bisa seketika terbangun gairah asmaranya terhadap Anda. Juga bisa dilakukan dengan cara 'meraba' anggota badan wanita yang pada tanggal dan hari itu ketempatan rasa asmara. Akan tetapi hal ini tidak bisa dilakukan di sembarang tempat (umum) karena tidak susila (tidak sopan).
Berikut adalah hari-hari ketika 'rasa wanita' bisa dibangunkan dengan cara menatap dan merabanya:
Hari Sabtu : Kaki kiri dan kanan.
Hari Ahad : Kelamin
Hari Senin : Perut / Pinggang
Hari Selasa : Payudara dan Dada.
Hari Rabu : Punggung
Hari Kamis : Wajah antara dua alis
Hari Jumat : Kening sampai pelipis
Tanggal ketika 'rasa wanita' bisa dibangunkan dengan cara ditatap dan diraba:
Tanggal 1 : Ibu jari kaki kanan
Tanggal 2 : Telapak kaki kanan
Tanggal 3 : Tumit kanan
Tanggal 4 : Polok Kanan
Tanggal 5 : Betis kanan
Tanggal 6 : Lutuk kanan
Tanggal 7 : Paha kanan
Tanggal 8 : Pantat kanan
Tanggal 9 : Kemaluan sebelah kanan
Tanggal 10 : Perut sebelah kanan
Tanggal 11 : Susu kanan
Tanggal 12 : Dagu kanan
Tanggal 13 : Bibir kanan
dan seterusnya.
Mengingat fungsinya untuk memancing rasa asmara wanita, maka otomatis ajian ini hanya bisa digunakan oleh pria. Yang wanita sabar dulu, nanti kebagian giliran

Kamis, 20 Mei 2010

Dunia Hantu, Jin, Setan dan Makhluk Halus

Allah SWT telah banyak membuatkan contoh dan pelajaran untuk kita. Baik itu berupa kisah umat terdahulu, umat yang ada pada jaman Nabi, maupun perkara yang akan di hadapi oleh manusia pada masa yang akan datang.

Allah juga membuat permisalan dari mahkluk ciptaanNya selain manusia. Terkadang berupa nyamuk, kera, anjing dan sebagainya. Permisalan yang Allah sebutkan dalam Al Quran itu adalah sebagai pelajaran bagi hamba hambaNya yang beriman.

Salah satu contoh yang Allah SWT terangkan dalam Al Quran adalah sekelompok jin yang mereka menyimak Al Quran dari Nabi Muhammad, kemudian mengimaninya. Merekapun mengambil pelajaran berharga dari Nabi Muhammad.

Jin, memang ada yang jahat tetapi ada juga yang mau mendengarkan Al Quran. Bahkan mereka menyimaknya langsung dari Nabi, bersemangat dan meminta Nabi untuk membacakan Al Quran khusus untuk mereka.

Jin adalah salah satu mahkluk ciptaan Allah. Jin adalah anak keturunan iblis. Allah menciptakannya dari api. Iblis diberi tangguh oleh Allah dengan ia tidak mati hingga hari kiamat. Berbeda dengan jin, jin akan mati bila Allah telah menghendakinya.

Sebagaimana manusia, jin juga berkelompok kelompok dan bersuku suku. Ada jin yang berasal dari golongan atas dan ada yang dari golongan rendahan. Ada jin laki laki dan jin perempuan. Jin juga makan, minum dan berketurunan.

Tubuh jin sangat ringan. Allah memberikan kelebihan kepada jin kemampuan mengubah wujud menirukan mahkluk lain, seperti ular, anjing, tikus dan bahkan bisa menyerupai manusia kecuali Nabi.

Para jin juga mendapat beban seperti manusia untuk melaksanakan perintah dan meninggalkan yang Allah larang. Diantara jin ada yang tinggal di rumah rumah, di jalan jalan, lubang atau goa. Ada pula yang menghuni rumah kosong. Mereka tidak diperbolehkan mengganggu manusia. Apabila mereka mengganggu manusia maka mereka telah berbuat zhalim. Sebagaimana pula manusia dilarang mengganggu jin.

Contohnya adalah dengan mengencingi lubang yang dibuat binatang maupun jin, karena lubang itu adalah tempat tinggal mereka. Oleh karena itu Nabi melarang umatnya kencing di lubang.

‘Jangan sekali kali slaah seorang dari kalian kencing di lubang’ (HR An Nasai)

Contoh lainnya adlaah suatu ketika pada masa Nabi ada seorang sahabat yang baru pulang dari perang. Ketika ia telah sampai di rumahnya ia mendapati ada seekor ular di dalam rumahnya. Ketika ia melihat ular tsb, ia langsung membunuhnya. Seketika itu pula sahabat tadi meninggal.

Peristiwa ini disampaikan kepada Nabi, lalu beliau menerangkan bahwa ular yang di bunuh itu adlah jin yang langsung membalasnya dan bahwasanya ada sekelompok jin di Madinah yagn telah masuk Islam. Beliau memberikan aturan kepada umatnya apabila ada ular di dalam rumah hendaknya ular itu di beri peringatan untuk keluar, dan diberi waktu 3 hari karena bisa jadi ia adalah jin muslim. Kecuali ular yang memiliki dua garis putih di punggungnya (dzuthufyatain) dan yang ekornya pendek seperti terpotong (al-abtar), maka ular ini harus di bunuh dimanapun di jumpai.

Apabila tidak keluar juga setelah hari maka ular itu dibunuh karena ia adalah jin kafir. Adapun ular yang di luar rumah, maka Nabi memerintahkan untuk membunuhnya. Demikianlah yang dituntunkan Nabi pada kita dalam menghadapi mahkluk lain.

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan agama ini sempurna, sehingga tidak ada lagi aturan bergaul baik dengan sesama manusia maupun mahkluk yang lain kecuali telah di terangkan. Semoga Allah menjadikan kita hamba hambaNya yang istiqomah diatas agamaNya hingga meninggal.