Cari Blog Ini

Rabu, 21 April 2010

Hati-hati Menghisap Payudara Pasangan Anda

Radang payudara, walaupun tak seberbahaya dibandingkan kanker payudara, wajib juga mewaspadainya. Apalagi bila suami Anda perokok atau tak peduli dengan kesehatan mulut.

Meskipun kalah populer dengan kanker payudara, mastitis payudara juga wajib dikenali untuk upaya pencegahan
karena jika sudah akut, bisa berakibat pengangkatan peyudara. Istilah mastitis payudara berarti radang pada payudara. Gejalanya bermacam termasuk adanya benjolan di payudara. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya radang ini termasuk keberadaan kuman.

Bila diumpamakan, payudara itu bagaikan pohon yang memiliki batang, dahan, dan ranting. Bayangkan saja betapa rumit jaringan pengikat, saluran, dan kelenjar penyusunnya. Oleh sebab itu baik pria atau wanita wajib menjaga bagian tubuh yang satu ini dengan baik untuk menghindari kemungkinan terjadinya mastitis.

Tak hanya Anda pemilik payudara yang harus menjaga kebersihan, pasangan Anda pun mesti menjaga kesehatan mulut, jika ia terbiasa menghisap puting payudara saat berhubungan seks.

Tiga jenis, tiga penyebab

Ada tiga jenis mastitis yaitu mastitis periductal, mastitis pueperalis, dan mastitis supurativa. Ketiga jenis mastitis ini muncul akibat penyebab yang berbeda dan muncul dalam kondisi yang juga berbeda.

Mastitis periductal biasanya muncul pada wanita di usia menjelang menopause, penyebab utamanya tidak jelas diketahui. Keadaan ini dikenal juga dengan sebutan mamary duct ectasia, yang berarti pelebaran saluran karena adanya penyumbatan pada saluran di
payudara.

Menurut dr. Samuel J. Haryono, SpB K Onk dari RS Kanker Dharmais, pada wanita usia 45 tahun ke atas atau pada usia memasuki menopause, beberapa pemicu reaksi peradangan ialah perubahan hormonal dan aktivitas menyusui di masa lalu. Faktor penyebab penyumbatan yang utama ialah jaringan yang mati dan air susu itu sendiri.

Tumpukan jaringan mati dan air susu di saluran payudara ini menyebabkan buntunya saluran dan pada akhirnya malah melebarkan saluran di belakangnya, yang biasanya terletak di belakang puting payudara. Hasil akhirnya ialah reaksi peradangan yang disebut
mastitis periductal.

Jenis kedua ialah mastitis pueperalis atau disebut juga lactational mastitis, jenis ini banyak diidap wanita hamil atau menyusui. Menurut dr. Samuel, sekitar 90 persen penyebab utama mastitis jenis ini ialah akibat kuman yang menginfeksi payudara ibu. Hal ini dikarenakan air susu merupakan media yang subur bagi pengembang biakan berbagai jenis kuman.

Jenis kuman yang paling umum ditemui pada mastitis jenis ini ialah Staphylococcus aureus, yang bisa ditransmisi ke puting ibu melalui kontak langsung. Ibu yang sedang menyusui, bisa mendapatkan kuman ini dari kontak dengan mulut bayi, tapi bisa juga dilakukan
penularan sebaliknya, dari ibu ke bayi melalui plasenta.

"Asal kuman pastinya dari kontak langsung antara puting dengan dunia luar, baik itu dari mulut bayi atau mulut suaminya, apalagi pada orang dengan kesehatan mulut rendah seperti mulut dari pengisap rokok," tutur dokter spesialis bedah onkologi ini.

Jenis terakhir ialah mastitis supurativa. Mastitis jenis ini ialah yang paling sering ditemui. Mirip dengan jenis sebelumnya, mastitis jenis ini juga disebabkan kuman staphylococcus. Selain itu bisa juga disebabkan oleh jamur, kuman TBC, bahkan sifilis.

Infeksi kuman TBC memerlukan penanganan yang ekstra intensif. Bila penanganan tidak tuntas, bukan mustahil langkah mastektomi/pengangkatan payudara harus dilakukan. "Kelainan di kelenjar dan saluran payudara bisa menyebar tak terkendali dan
bahkan bisa berulang kejadiannya bila penanganan tidak tuntas," tegas dokter kelahiran Yogyakarta ini.

Beda dengan kanker

Pada dasarnya gejala yang timbul akibat mastitis ialah timbulnya benjolan di payudara. Benjolan/penebalan ini berwarna merah, juga terasa panas dan nyeri. Nyeri yang timbul ialah berupa rasa 'nyut-nyut' di daerah payudara, apalagi bila benjolan ini sebagai bisul
yang pecah, maka penampilannya jadi mengerikan selain nyeri yang menyertainya.

Rasa nyeri inilah yang merupakan perbedaan mendasar antara mastitis dan kanker payudara. Pada kanker payudara, pada awalnya pengidap tidak akan merasa nyeri sama sekali, melainkan hanya timbul benjolan.

Benjolan yang ada pada mastitis bukan seperti kanker yang bentuknya keras, melainkan berupa penebalan yang berisi cairan. Radang biasanya menyerang salah satu payudara saja, tapi tidak menutup kemungkinan bisa menyebar hingga kedua payudara terinfeksi.

Pada beberapa kondisi, mastitis bisa menyebabkan keluarnya cairan dari daerah puting, cairan ini berwarna putih kekuningan serupa nanah. Lain dengan kanker payudara dimana cairan yang keluar dari puting biasanya merah atau kuning kecoklatan seperti noda darah.
Terkadang perasaan seperti puting tertarik juga dialami pengidap.

"Orang terkadang over estimate terhadap mastitis, padahal ini merupakan kasus jinak yang bisa diatasi, justru bila tidak dirasa nyeri itulah yang wajib diwaspadai," ujar dokter yang hobi melukis ini.

Dilihat dari penyebabnya, mastitis tidak dipengaruhi oleh faktor keturunan, melainkan lebih kepada faktor hormonal dan infeksi. Lain dengan kanker payudara yang dipengaruhi faktor hormonal bahkan faktor keturunan.

Pada mastitis yang disebabkan infeksi kuman, terkadang berkembang menjadi suatu abses/ kumpulan nanah dalam rongga baru di jaringan kelenjar payudara. Nanah ini terbentuk dari kumpulan bakteri, jaringan, dan leukosit baik yang mati ataupun yang hidup. Bahayanya,
nanah ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain hingga menyebabkan rasa meriang/demam tinggi dan menggigil, keringat banyak, turunnya daya tahan tubuh, bahkan hingga menurunnya kesadaran.

Kalau sudah begini, mau tak mau harus dilakukan penanganan dokter secara seksama. Setelah dilakukan diagnosa, dokter bisa menentukan langkah penyembuhan yang tepat, baik dengan pemberian antibiotik saja atau harus dilakukan tindakan operasi.

Bila ditemukan gejala menetesnya cairan dari putting, maka perlu dilakukan pemeriksaan yang disebut duktografi. Pemeriksaan dilakukan dengan memasukan bahan kontras, dimana akan dilakukan foto di saluran payudara, dengan demikian dapat diketahui adanya sumbatan atau polip pada saluran tersebut. Dalam kasus mastitis periductal,
terkadang dilakukan juga langkah biopsi bila disertai massa tumor, minimal untuk menyingkirkan kemungkinan tumor atau kanker.

Sedangkan bila ternyata ditemukan benjolan tersebut diduga suatu abses, apalagi yang mengandung nanah, maka harus dilakukan operasi berupa insisi dan drainase, yaitu operasi penyayatan dan penyaluran nanah. Perlu diingat bahwa operasi pengeluaran nanah ini harus dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu pada saat benjolan tersebut melunak / matang agar mudah dikeluarkan.

Langkah operasi diawali dengan pembiusan pasien. Biasanya dilakukan bius lokal saja, tapi bila mastitis disebabkan infeksi kuman, maka dilakukan bius umum pada pasien. Berikutnya, daerah payudara dibersihkan dahulu dengan cairan desinfektan khusus. Setelah itu baru bisa dilakukan penyayatan pada daerah benjolan, pada tahap ini dokter akan mencoba membersihkan radang tersebut secara mekanik debridement .

Kemudian dokter akan melakukan drainase yaitu memberikan saluran khusus yang digunakan untuk mengalirkan nanah yang ada. Bila langkah ini selesai dilakukan, maka operasi yang memakan waktu sekitar ½ -1 jam akan ditutup dengan melakukan penjahitan luka secara situasional.

"Bila radang masih termasuk tahap awal dan belum timbul nanah, maka tidak perlu dilakukan tindakan operasi, cukup dengan pemberian antibiotik saja," simpul dokter yang pernah bermukim di Amsterdam - Belanda ini.

Pemberian antibiotik dilakukan sesuai dosis. Dosis dan cara pemberian antibiotik ditentukan berdasarkan beratringannya infeksi dan berat badan seseorang. Perlu diingat, ibu yang
sedang menyusui dan dalam masapengobatan dianjurkan tidak menyusui bayinya.

Pria bisa terkena

Menurut dr. Samuel, mastitis payudara bisa menimpa siapa saja, tidak hanya kaum perempuan. Infeksi payudara juga bisa terjadi pada pria, misalnya pada pria yang terkena infeksi kuman karena melakukantindik di daerah puting. Selain itu pria dengan pembengkakan payudara atau yang dikenal dengan sebutan ginekomasti juga rentan
terkena mastitis meskipun kecil sekali kemungkinan berkembang jadi kanker payudara.

Bayi dan anak-anak juga tak luput dari bahaya. Bayi bisa tertular radang dari ibunya melalui plasenta. Anak-anak bisa tertular kuman penyebab radang ini misalnya melalui gigitan serangga di daerah payudara, seperti contoh salah satu pasien dr. Samuel.

Peringatan juga ditujukan bagi perempuan yang melakukan suntik silikon atau injeksi kolagen untuk memperindah bentuk payudara. "Reaksi tubuh terhadap benda asing seperti implant silikon dan kolagen bisa beragam diantaranya mengakibatkan pengerasan
jaringan payudara akibat reaksi jaringan ikatnya atau peradangan di payudara bila terinfeksi kuman " jelas dr. Samuel.

Kunci pencegahan yang utama ialah dengan menjaga kesehatan payudara dan memelihara payudara yang 'cantik dan sehat'. Jadi, mulailah perhatikan kesehatan payudara Anda, jangan semata-mata hanya mengutamakan penampilan/ keindahannya saja.

Hal Yang Menyebabkan Wanita Tidak Bosan Bercinta


Tanpa mood, seks pastinya tak bisa berlangsung dengan menyenangkan. Ada 6 fakta penting yang membuat wanita bosan di ranjang. Gerakan dan hasrat itu penting, tapi masih ada lagi yang harus Anda perhatikan.

Semenarik apapun, seks bisa jadi hal yang sangat menyebalkan jika dilakukan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Apalagi bagi wanita. Setelah hasrat lewat, seks bisa jadi hal yang sangat membosankan.

Oleh karena itu kaum pria harus pintar-pintar menjaga suasana. Caranya tak sesulit yang Anda pikirkan. Hal kecil disekitar Anda juga bisa jadi masalah. Simak 6 fakta yang biasanya kerap membuat wanita bosan ngeseks.

1. Meminta Izin Bercinta
Umumnya wanita mengakui pria terlihat lebih seksi jika mereka secara gentleman meminta izin pada wanita untuk bercinta. Pecinta yang hebat tahu bagaimana cara menyampaikan ajakan seks ketika ia sedang mood dan membuat wanita bergairah tanpa harus mengatakannya. Misalnya saja dengan sesuatu yang sederhana. Tatapan mata nakal atau mimik wajah juga bisa jadi penyampai pesan yang romantis.

2. Tindakan Anda Mudah Ditebak
Anda dan istri pastinya telah sering melakukan kegiatan seks sebelumnya. Ini juga bisa jadi masalah. Salah satu alasan mengapa malam pertama itu sangat hot adalah Anda tak pernah tahu apa yang terjadi. Jika Anda ingin terus meningkatkan kedekatan hubungan seks dengan pasangan sebaiknya Anda menjaga agar suasana seks tetap segar. Jangan takut mencoba hal baru yang bisa dinikmati bersama. Jangan biarkan ia tahu apa yang akan Anda lakukan selanjutnya selama berhubungan intim. Misalkan jika biasanya Anda melakukan foreplay dalam tenggang 5 menit, lain kali 15 menit mungkin lebih baik. Buat suasana yang sama sekali tak bisa ditebak olehnya, maka selanjutnya mungkin Anda juga takkan pernah tahu yang kan terjadi selanjutnya. Terus berikan ia kejutan yang membuatnya semakin bergairah.

3. Mekanikal Seks
Kebanyakan wanita setuju seks tanpa hasrat sangatlah membosankan. Seks dengan frekuensi tinggi bisa mematikan hasrat karena mungkin terlalu sering. Tak ada wanita yang ingin diperlakukan seperti boneka. Anda tak boleh mengabaikan fakta bahwa bagaimanapun, seorang wanita ingin diperlakukan selembut mungkin. Jangan sekali-kali menganggap pasangan Anda adalah budak seks yang bisa diatur kapan saja. Jadilah pria idamannya dan sesekali bercintalah dengannya dalam tenggang waktu yang sewajar-wajarnya.

4. Lokasi yang Sama
Jika pasangan mulai hapal benar dengan komposisi penataan barang di kamar, ini juga jadi masalah. Suasana seks yang monoton membuat gairah yang besar bisa padam seketika karena kurangnya sensasi. Tapi jangan khawatir ini justru tantangan buat Anda. Mungkin lebih seru Anda coba tempat baru misalkan di kamar mandi, meja dapur, mobil, ruang tamu ataupun di mana saja asalkan privasi Anda berdua masih bisa dijaga. Gunakan imajinasi Anda dan jangan sampai tertangkap basar oleh orang lain.

5. Bersuara, tapi Jangan Terlalu Berisik
Sesekali mengerang atau mengucapkan kata-kata seksi akan terkesan lebih baik ketimbang hanya diam saja. Jadi coba cari suasana senyaman mungkin. Cukup ia yang tahu bagaimana perasaan Anda, jangan sampai suara Anda mengganggu tetangga. Pilihan kata yang sesuai juga bisa membuat wanita makin bergairah.

6. Tak Pernah Bereksperimen
Sekali dua kali gerakan yang sama mungkin akan sangat berkesan. Namun jika terlalu monoton, sepertinya juga kurang menyenangkan. Cobalah posisi baru, keluarkan fantasi dan berperanlah dengan baik. Ungkapkan fantasi Anda kepada pasangan dan biarkan hubungan berjalan dengan sendirinya.
Itu beberapa inti yang kerap membuat wanita mudah bosan di atas ranjang. Tapi jangan stres dulu. Tak semua wanita punya ekspetasi yang instan, mereka biasanya juga ingin melihat perubahan sikap yang bisa diberikan pasangan setiap kali mereka bersama. Yang perlu diingat adalah jadilah orang yang spontan dan tak terduga.

Jika Anda memang mencintainya jangan sesekali buat pasangan bosan di atas ranjang. Pastikan Anda dan pasangan punya keterikatan yang besar untuk saling mengisi satu sama lain.